Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Melawi Dorong Pemilih Pemula Berintegritas melalui Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Melawi Dorong Pemilih Pemula Berintegritas melalui Pendidikan Politik dan Pengawasan Partisipatif

Ketua Bawaslu Kabupaten Melawi, Johani, S.Pd., bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Melawi, Markus, S.H., menghadiri kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Melawi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 2 Nanga Pinoh dengan mengusung tema “Membangun Kesadaran Politik untuk Generasi Muda yang Berintegritas sebagai Fondasi Demokrasi yang Kuat.” Melawi, Senin (19 Oktober 2026)

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai politik, hukum, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMAN 2 Nanga Pinoh selaku tuan rumah, yang menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan pendidikan politik bagi pemilih pemula. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Politik Badan Kesbangpol Kabupaten Melawi, Susi Sulianti.

Penyampaian materi menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur kepolisian, penyelenggara pemilu, dan pengawas pemilu. Materi pertama disampaikan oleh Kompol Aang Permana dari Polres Melawi dengan topik “Sosialisasi Hukum dan Demokrasi: Pemilih Pemula Cerdas, Melek Hukum, Anti-Hoaks, dan Tolak Politik Uang.” Dalam materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kesadaran hukum, bersikap kritis terhadap informasi, serta menolak praktik politik uang yang dapat merusak integritas demokrasi.

Selanjutnya, Kaleb Elevensi dari KPU Kabupaten Melawi menyampaikan materi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pemilih muda dalam berpartisipasi di dunia politik dan proses demokrasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta berpartisipasi berdasarkan informasi yang benar.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Melawi, Johani, S.Pd., menyampaikan materi mengenai pendidikan pengawasan partisipatif. Dalam pemaparannya, Johani menegaskan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda.

Ia mengajak para pemilih pemula untuk memahami pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas demokrasi. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu mengenali potensi pelanggaran pemilu, menyikapi informasi secara bijak, menolak politik uang, serta tidak terlibat dalam penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Melalui pendidikan pengawasan partisipatif, generasi muda diharapkan dapat mengambil peran dalam membangun budaya demokrasi yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan integritas. Kesadaran untuk mengawasi serta keberanian menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang berlaku merupakan bagian penting dari keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Kehadiran Bawaslu Kabupaten Melawi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sejak dini. Pendidikan politik diharapkan dapat menjadi sarana bagi pemilih pemula untuk mengenali hak dan tanggung jawabnya sekaligus membangun sikap kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Dengan meningkatnya kesadaran politik dan keterlibatan generasi muda, diharapkan pengawasan partisipatif semakin berkembang dan mampu mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, berintegritas, serta demokratis di Kabupaten Melawi.

Humas Bawaslu Melawi

Penulis: Aryanti Oktaberinasavitri

Editor: Humas Bawaslu Melawi